Khuddam.id- Di saat banyak anak seusianya semakin akrab dengan layar, video singkat, dan segala sesuatu yang serba cepat, seorang anak bernama Razka justru menghabiskan hari liburnya dengan menelusuri jejak sejarah.
Razka, salah satu peserta Athfal dalam kegiatan tour Pemuda Jemaat Ahmadiyah Depok, mengikuti kunjungan ke Museum Fatahillah Jakarta Kota dan Museum Bank Indonesia, Sabtu 29 Agustus 2026.
Ia menjadi bagian dari 11 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 3 Athfal dan 8 Khuddam.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal sejarah Indonesia secara lebih dekat.
Baca juga: Khuddam Connect Jakarta Pusat Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah Kemerdekaan
Bagi Razka yang masih berada di usia sekolah dasar, perjalanan tersebut bukan sekadar pergi mengunjungi tempat baru.
Ia mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai peninggalan dan informasi sejarah yang selama ini mungkin hanya ditemuinya melalui buku pelajaran atau cerita dari orang lain.
Di tengah perkembangan zaman yang membuat berbagai informasi dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik melalui telepon genggam, pengalaman seperti yang dirasakan Razka menjadi semakin berharga.
Generasi yang tumbuh dalam dunia yang serba instan. Mereka dapat mencari jawaban dengan mudah, melihat gambar dari berbagai belahan dunia, bahkan menyaksikan peristiwa masa lalu melalui layar.
Namun, berada langsung di sebuah museum memberikan pengalaman yang berbeda.
Ada ruang untuk melihat, mengamati, bertanya, dan membayangkan bagaimana kehidupan pada masa lalu berlangsung.
Bagi Razka, mungkin kunjungan tersebut belum serta-merta membuatnya memahami seluruh rangkaian sejarah Indonesia.
Namun, pengalaman pertama mengenal sejarah secara langsung dapat menjadi sebuah benih yang kelak tumbuh menjadi rasa ingin tahu yang lebih besar.
Kehadiran anak-anak seperti Razka dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa mengenalkan sejarah tidak harus menunggu seseorang beranjak dewasa.
Justru sejak usia dini, anak dapat diperkenalkan bahwa Indonesia yang mereka kenal hari ini memiliki perjalanan panjang.
Bahwa gedung-gedung, benda-benda, uang, dan berbagai peninggalan yang mereka lihat bukan sekadar benda lama, melainkan bagian dari cerita bangsa.
