Khuddam.id- Sadr Khuddam menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi generasi muda Ahmadiyah untuk berkolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Sadr (Ketua Umum) Khuddamul Ahmadiyah Indonesia, Muhammad Anahdi Sholihin hadir dalam Pengukuhan berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta yang berlangsung pada Selasa 4 Agustus 2026.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan UNUSIA tidak hanya diarahkan pada penguatan nilai-nilai keberagaman.
Perguruan tinggi tersebut juga berupaya mengembangkan tradisi akademik yang dapat berjalan berdampingan dengan riset dan perkembangan teknologi.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu bagian dari tantangan baru yang perlu direspons dunia pendidikan.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat berjalan bersama dengan pemeliharaan tradisi dan khazanah keilmuan.
Adanya Peluang dalam Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial
Sadr (Ketua Umum) Khuddamul Ahmadiyah Indonesia, Muhammad Anahdi Sholihin, arah tersebut memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda Ahmadiyah untuk mengambil bagian dalam kerja sama pendidikan.
Kolaborasi tidak hanya dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan akademik, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda.
Menurutnya, terdapat kesamaan orientasi antara MKAI dan UNUSIA, terutama dalam hal komitmen kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia. Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan.
“Komitmen UNUSIA ataupun komitmen kebangsaan dan cinta tanah air UNUSIA ini sama dengan MKAI. Dalam setiap janji yang diutarakan oleh seluruh pemuda Ahmadiyah, kita senantiasa akan mengorbankan jiwa raga dan kehormatan untuk kepentingan agama, nusa, dan bangsa,” tutur Sadr (Ketua Umum) Khuddamul Ahmadiyah Indonesia, Muhammad Anahdi Sholihin.
Atas dasar kesamaan tersebut, ia memastikan komunikasi dan kerja sama dengan Dr. Fariz Alnizar, M.Hum. akan terus dipelihara.
“Ke depannya kolaborasi dengan beliau sebagai Rektor UNUSIA akan terus kita jaga, terus kita kembangkan untuk kemajuan Indonesia tentunya,” tambah Sadr Khuddam.
